Labels

Dokumentasi (1) Events (3) Games (1) guruku (1) Hot News (2) IceBreaking (1) Info Lomba (2) Inspiring Story (2) Karyaku (9) Prestasi (2) Program Sekolah (1) Reminder (2) Sastra (6)
Tampilkan postingan dengan label Reminder. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reminder. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Putus Asa




Assalaamu'alaikum


Sobat, pernah ngalamin yang namanya putus asa? Jangan sampe deh ya, soalnya dalam kamus orang beriman gak boleh ada kata 'putus asa' looh.
Kan Allah menyuruh kita meminta pada-Nya dengan penuh harap. Nah, biasanya orang yang putus asa ngerasa gak ada lagi harapan, jadi berdoa pun udah males, orang-orang kayak gini seolah gak percaya Allah bisa menolongnya.
Akhirnya, orang putus asa bisa melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. Mulai dari nenggak miras, ngobat, bahkan bisa sampe bunuh diri.
Padahal, kalo mau sedikit lebih sabar, biasanya pertolongan justru datang di saat kita merasa sudah tidak ada jalan, saat keadaan terlihat makin memburuk, Sob. Cerita berikut ini mungkin bisa memberi inspirasi:
Satu satunya penumpang yang selamat dari sebuah kapal yang karam, terdampar di sebuah pulau kosong. Ia berdoa agar Tuhan berkenan menyelamatkannya.
Setiap hari ia memandangi laut dan berteriak minta tolong. Tapi tak sebuah kapal pun tampak. Lelah ia berteriak teriak. Ia lalu mendirikan gubuk kecil sebagai tempat berlindung dari panas, hujan dan binatang buas.
Suatu hari ketika ia pulang setelah mengumpulkan bahan makanan, ia melihat gubuknya terbakar habis. Asapnya membumbung ke angkasa. Semua barangnya hangus dilalap api.
Ia tersentak dalam kesedihan sekaligus kemarahan yang teramat sangat. "Tuhan, mengapa kau lakukan ini padaku?'" teriaknya galau.
Bayangin Sob, udahlah terdampar di pulau antah barantah, sendirian, gubuk yang dibangun pun terbakar. Kalo mau frustasi bahkan bunuh diri pun gampang aja yaa... tapi syukurlah orang ini gak putus asa segitunya.
Keesokan paginya, ia terbangun dan dikejutkan oleh suara keras. Ternyata, sebuah kapal berlabuh di pantai untuk menyelamatkan dirinya.
"Bagaimana kalian tahu bahwa aku ada di sini?"tanyanya pada orang-orang yang
menyelamatkannya.
"Kemarin kami melihat tanda asap tebal yang kau kirimkan," jawab mereka.
Subhanallah... Sesuatu yang awalnya kita pikir musibah, ternyata bisa berpotensi menjadi anugerah! Lha... kalo orang tersebut ikut bakar diri ketika gubuk yang dibangunnya terbakar, konyol banget kan Sob?
Banyak orang yang memiliki omzet usaha milyaran, justru setelah dipecat dari pekerjaannya. Lha kalo tiap orang yang di-PHK langsung melempem dan putus asa, sayang banget kan?
Demikian juga, gak sedikit mahasiswa D-O yang justru jadi orang besar. Syaratnya satu: Jangan putus asa!
So, bilang bye bye yuk sama yang namanya putus asa.
Wassalam

sumber: AnnidaOnline

Jumat, 21 September 2012

Sedia Payung Sebelum Hujan



Assalaamu'alaikum
Sobat, ada yang ngerasain dampak kekeringan akibat belum datangnya musim penghujan? Air bersih jadi setara berlian, di mana-mana bikin galian, mau buang air pun akhirnya nahan-nahan, mandi ga bisa keramas karena ga ada kucuran, bahkan sampai ada warga yang pake air kubangan.
Kalau Sobat gak merasakan penderitaan di musim kemarau, masih bisa mandi normal, masih cukup air untuk bilas cucian baju, jangan sampai lupa bersyukur yaah! Air adalah nikmat luar biasa yang Allah anugerahkan untuk kita, tapi biasanya kita baru menyadari nikmatnya  air, justru ketika air tidak ada. Jadi, mumpung masih merasakan nikmat berlimpahnya air, tingkatin rasa syukur kita doong!
Nah, buat Sobat yang merasakan efek kemarau dan kekeringan, sabar yah Sob! Memang gak nyaman kalau air kurang, udah gitu tiap siang terasa kepanggang, kepala puyeng berkunang-kunang, tapi yakin deh... yang kita rasakan ini masih gak pantas bikin kita ngeluh.
Pasalnya, sering kali kesalahan ada pada diri kita sendiri loh, Sob! Allah telah mempergilirkan panas dan hujan dengan proporsi yang tepat, tapi kita masih belum mampu belajar dari pengalaman. Tiap musim hujan pasti kebanjiran, tiap musim kemarau malah kekeringan.
Penyebabnya seringkali karena kita malas berpikir panjang. Sewaktu musim hujan, kita gak nabung air untuk cadangan di musim kemarau. Akhirnya saat kemarau tiba, persediaan air gak ada. Akibatnya? Fatal!
Bayangin aja Sob... 127 ribu hektar lahan pertanian mengalami kekeringan tahun ini, sayang sekali kan... sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi kalau saja kita 'gak males 'sedia payung sebelum hujan'.
Tidak hanya masalah kekeringan sawah, ladang, kebun dan tambak, banyak di antara kita yang juga rutin mengalami kekeringan duit alias kanker (kantong kering) tiap bulannya kan Sob? (Ga perlu tunjuk tangan!) Di tanggal muda sering 'kebanjiran' duit, pake buat nongkrong di mall,  makan di cafe, jalan-jalan tiap weekend, ga inget nabung, eeh... di tanggal tua malah ngais-ngais receh dalam dompet yang dari sononya udah tipis.
Mungkin kita harus lebih sungguh-sungguh lagi dalam mempraktekkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: "Ingat 5 perkara sebelum datang 5 perkara!" Dari hadits ini jelas terlihat bagaimana Rasulullah Saw. selalu mengajarkan kita untuk mempersiapkan keadaan-keadaan buruk di saat kita sedang dalam kondisi baik.
"Ingat sehat sebelum sakit, ingat waktu lapang sebelum sempit, ingat kaya sebelum miskin, ingat muda sebelum tua, dan ingat hidup sebelum mati!" Subhanallah...
Sobat, kalau kita bisa 'menabung hujan' sebelum datangnya kemarau, insya Allah kita tidak akan ketar-ketir mengalami kekeringan. Demikian juga, kalau kita mampu memanfaatkan kondisi terbaik kita untuk mempersiapkan momen-momen buruk yang mungkin datang, insya Allah kita tidak akan terlalu panik jika hal tak terduga terjadi.
Yuk, 'sedia payung sebelum hujan'!
Wassalaam

Sumber : AnnidaOnline